Kisah Mualaf Suku Anak Dalam yang Kini Jadi Hafiz Quran
Kanal YouTube Wakaf Quran pada Oktober 2020 lalu membagikan kisah seorang anak dari Suku Anak Dalam yang memutuskan jadi mualaf dan kini hafal 22 juz Alquran.
Pria bernama Nilam kini tengah menimba ilmu di pondok pesantren Kasyiful Ulum, Sungai Gelam, muaro Jambi.
Nilam hanyalah beberapa dari Suku Anak Dalam yang memutuskan memeluk agama Islam kemudian memperoleh kesempatan nyantri di pondok pesantren.
"Alhamdulillah saya menghafal Alquran dapat 22 juz," ungkapnya.
Nilam juga mengungkapkan jika hatinya tergerak untuk masuk Islam lantaran keinginan dan juga pengaruh lingkungannya.
"Pengennya masuk Islam, memang maunya masuk Islam, karena saya mempunyai teman banyak, terus teman saya ini masuk Islam semua dan saya sendiri yang belum dan saya ingin mencoba masuk Islam," ungkapnya.
Sebelum memutuskan untuk memeluk Islam, diakui Nilam jika dirinya dan orangtua dulunya tak memiliki agama.
"Nggak punya agama dulu, kalau bapak sudah meninggal, tapi kalau mama gak tau karena berpisahnya masih kecil dulu," ujar Nila.
Sementara itu, Nilam yang tak memiliki orangtua saat itu diasuh oleh ayah angkat di Tembesi.
Kemudian, bapak ayah angkatnyalah yang mengantarkan Nilam masuk ke pondok pesantren.
"Sama bapak angkat diantar ke pondok," ujarnya.
Nilam yang kini masih berusia 19 tahun mengungkapkan jika dirinya sangat merindukan sosok orangtua.
"Kangen banget, pengen banget mau ketemu, tapi soalnya saya dulu mau pulang ke Tembesi itu mau nyari keluarga, tapi nggak ketemu," tambahnya.
Ternyata Nilam bertemu dengan M. Zakaria sebagai pengasuh pondok pesantren lantaran Nilam saat itu menyadap karet dari satu kebun ke kebun lainnya.
"Dia karena kebiasaan hidup berpindah-pindah dari satu kebun ke kebun yang lain, di situ dia ketemu dengan kita dan minta di Islamkan dan mau ikut bersama orang-orang Islam," ujar M. Zakaria.
"Dan dari situ Alhamdulillah kita Islamkan di pondok, kita bawa ke pondok dan sampai sekarang Alhamdulillah sudah 4 tahun berjalan," tambahnya.
"Bapaknya sudah meninggal dalam keadaan belum Islam dan ibunya sampai sekarang pun belum ditemukan, masih berpindah-pindah satu satu kebun ke kebun yang lain seperti itu," jelasnya.
Sebagai pimpinan pesantren serta para guru-guru yang lain berharap jika Nilam menjadi anak sholeh.
"Bisa berubah dan yang terpenting semoga bisa berdakwah atau membawa masyarakatnya untuk kembali ke jalan yang benar, mereka sekaligus memiliki Islam yang baik, terus bermasyarakat yang baik," ungkapnya.
Saat ini para anak-anak Suku Dalam Jambi lainnya juga butuh bantuan berupa Alquran dan Iqra untuk menjadi hafiz (penghafal Alquran) seperti Nilam. (Mr/Tribun)

0 Response to "Kisah Mualaf Suku Anak Dalam yang Kini Jadi Hafiz Quran"
Post a Comment